Hubungan antara Junk Food dengan IQ

IQ andaHubungan antara Junk Food dengan IQ – Bukan hal yang baru, tapi sangat sedikit orang yang mengetahui apa pengaruh “Junk Food” terhadap IQ kita. Salah satu alasan mengapa orang – orang mengkonsumsi Junk Food di karenakan rasanya enak,kesibukan,praktis,cepat, dan relatif agak murah.

Alasan itulah yang membuat kebanyakan orang tidak mengkonsumsi makanan yang sehat yang ribet,kurang enak rasanya,tidak praktis, dan susah di dapat. Mereka lebih memilih memberikan makanan jenis Junk food atau makanan siap saji yang tidak memiliki kandungan gizi yang cukup.Bahkan makanan jenis Junk food ini mengandung zat – zat yang berbahaya. Tidak menutup kemungkinan adanya zat borax dan formalin.

Ooops, udah dulu ya intermezzo nya🙂
Di artikel yang singkat ini jalanjalan-yuks-gan mengupas tentang bahaya Junk Food bagi IQ anda. Junk Food memiliki banyak kelebihan di banding dengan makanan 4 Sehat 5 Sempurna, seperti yang udah di sebutin di atas tadi. Namun menurut penelitian orang – orang bule sono, di lakukan tes IQ , ternyata orang yang sering makan makanan “Junk” ini lebih rendah IQ nya dari pada orang yang makan makanan sehat / normal. (normal dalam artian tidak sering mengkonsumsi Junk Food tapi pernah mengkonsumsinya)
 
Untuk memperkuat “evidence” dan bagi anda yang masih skeptis dan tidak terima IQ nya menurun gara – gara makan makanan “Junk” ini,  Studi lain yang diadakan di Australia menunjukkan bahwa anak anak yang diberi makanan jenis junk food memiliki IQ lebih rendah dibanding anak anak yang diberi makanan sehat. studi yang diikuti lebih dari 7.000 anak itu mendapati berbagai variasi dan pola makan anak, mulai dari pola makan tradisional dengan menyediakan makanan yang diolah dari rumah, makanan bayi siap saji, ASI dan junk food.
Pola makan itu sendiri nantinya yang akan menentukan suplai nutrisi yang dibutuhkan bagi perkembangan jaringan otak dalam dua tahun pertama dalam kehidupannya. Studi ini sendiri bertujuan melihat apa dampak pola makan tersebut dengan IQ anak dengan mengamati kaitan antara kebiasaan makan pada anak saat usia anak enam bulan, lima belas bulan dan dua tahun serta perkembangan IQ mereka saat berusia delapan tahun.
Ditemukan juga dalam studi tersebut bahwa makanan bayi siap saji yang diberikan saat anak anak berusia enam bulan memberikan dampak negatif terhadap IQ anak yang bersangkutan. Namun anehnya ada pengaruh positif menginjak usia duapuluh empat bulan yag didapat dari makanan tersebut. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s